Tuesday, January 20, 2015

Cerpen : Return Home ~ Things I Wanna Have

Hero membuka pintu mobilnya. Hari ini dia sudah sampai lagi dipelataran rumah yang begitu dirindukannya.
Mamanya yang tahu kepulangannya hari ini sudah bersiap di depan pintu.
"Biar Mama bantu ya." Kata wanita itu sambil ikut mengangkati barang-barangnya yang belum bisa terbawa.
"Mama belum ngabarin Revi kan kalo aku pulang hari ini?" Tanyanya kuatir.
Mamanya menggeleng. "Kan kamu udah pesan ke Mama biar nggak ngabari Revi dulu."
Hero tersenyum senang. Hari ini dia akan memberi kejutan seseorang yang dia sayangi atas kepulangannya dari Surabaya.


Sudah hampir 6 bulan sejak terakhir ketemu. Dan sekarang, semuanya akan menyenangkan karena masing-masing skripsi sudah rampung dikerjakan.
"Aku langsung pergi ya Ma." Pamit Hero selesainya dia menaruh semua barang di kamarnya.
Mamanya hanya tersenyun maklum. Pasti mereka berdua menahan rindu yang sangat karena sudah begitu lama nggak bertemu. Jadi dibiarkan saja anaknya yang sudah menginjak usia 23 tahun itu pergi.
Dia cuman berpesan hati-hati sebelum anaknya hilang di balik pintu mobilnya.
Mobil jazz warna hitam itu langsung hilang dari pandangan sebentar kemudian.

Revi baru selesai masak untuk makan malamnya waktu mendengar bel pintunya di ketuk.
"Lho? Papa sudah pulang jam segini?" Dia bertanya heran.
Saat membuka pintu, bukan papa yang ada di sana tapi kekasihnya yang udah lama nggak ditemuinya.
"Kamu?" Matanya berbinar-binar nggak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
"Aku pulang Revi sayang."
Lalu Hero menarik tubuh Revi mendekat dan mendekapnya erat.
"Aku kangen kamu." Bisiknya di telinga Revi.
Revi mengangguk. Saking bahagianya dia nggak bisa berkata-kata.
Setelah cukup lama berpelukan, keduanya memutuskan untuk masuk.
"Kenapa nggak bilang kalo hari ini pulang? Aku kan bisa menyambutmu." Protes Revi.
"Aku sekali-sekali ingin melihat wajah kagetmu waktu lama nggak ketemu trus tiba-tiba muncul di depan pintu rumahmu aja. Gimana rasanya?"
"Gak bisa berkomentar apa-apa aku. Aku terharu. Senang. Kaget. Semuanya campur aduk jadi satu."
Hero membelai lembut rambut Revi. Kemudian mengecup ubun-ubunnya.
"Aku senang kamu nggak apa-apa."
"Selama aku jauh aku selalu takut kamu kenapa-kenapa dan selalu aja parno tiap hari. Tapi melihat kamu sehat begini aku jadi tenang."
Revi tersenyum.
"Kamu udah makan? Makan yuk. Masakanku baru aja mateng."
Hero mengangguk setuju. Sudah lama nggak mencicipi masakan Revi. Kangennya luar biasa.
Revi melayani Hero bak tamu kehormatan di rumah mungil itu. Karena papa selalu pulang malam, Revi sudah biasa makan malam sendiri. Tapi kali ini ada Hero. Rasanya begitu spesial.
"Kamu makin cantik ya."
Revi tersenyum malu.
Katanya memang cewek yang ditinggal pergi kekasihnya dan menjalani LDR akan jadi makin cantik. Entahlah.
"Aku jadi ingin melihat pemandangan seperti ini selamanya. Setiap hari."
"Maksud kamu?"
"Aku ingin kamu menyambutku pulang dengan pelukan, lalu makan malam bersama. Kamu menyiapkan piringku. Lalu kita makan malam diselingi canda dan tawa anak-anak kita."
Setelah berkata seperti itu keduanya saling bertatapan dalam diam. Lalu Hero salah tingkah. Seperti baru sadar jika dia barusan keceplosan.
Revi tersenyum.
"Lalu setelah itu kita akan melanjutkan mimpi-mimpi kita, menidurkan anak-anak sampai pulas, dan membicarakan hal indah apa saja yang sudah kita alami di masa lalu."
Hero sontak menggapai tangan Revi dan menggenggamnya.
"Kamu serius?"
Revi tersenyum.
"Kenapa nggak? Kayaknya hidup bersama kamu akan lebih menyenangkan."
Hero membalas senyum. Semoga kelak impian kita jadi kenyataan.

-end

0 comments:

Post a Comment

 
;