Thursday, November 28, 2013

Individu, Keluarga dan Masyarakat

Manusia tidak akan bisa hidup tanpa manusia yang lain. Karena itu mereka disebut makhluk sosial. Untuk itu segala yang dilakukan manusia tak lepas dari manisia lain dengan saling bergantung. Pun bagaimana manusia tersebut dapat tumbuh dan berkembang pasti dipengaruhi oleh manusia lain dan bahkan masyarakat tempat dia dibesarkan.


Seorang bayi tak akan mampu berbicara jika saja tidak ada seorang ibu yang membantunya berbicara. Dan ketika dia mulai tumbuh sebagai balita, ketika dia mulai berbicara hal-hal tak pantas dan tak wajar, maka prang pertama yang akan disalahkan adalah sang ibu. Bagaimana dia mendidik sang anak? Bagaimana bisa sang anak yang masih kecil berperilaku sedemikian rupa? Oleh karena itu di sini penulis ingin menyampaikan pendapat penulis tentang "Peran Orang tua dan Masyarakat dalam Membentuk Generasi Muda."

Generasi muda yang ada sekarang ini tumbuh jauh dari harapan kita terdahulu. Bukannya semakin kuat, mental dan perilaku anak-anak jaman sekarang sudah sangat menyimpang dari adat dan budaya. Mereka seolah mencari jati diri dengan cara yang amat keliru dan jauh dari pengawasan. Sehingga mereka merasa boleh melakukan apa saja semau mereka. Pun orang tua dianggap lalai dan malah bersikap tidak tahu menahu mengenai sikap anak-anak jaman sekarang.

Tertekan oleh kehidupan yang melulu soal materi, para orang tuapun semakin tidak peduli dengan tumbuh kembang sang anak. Mereka tumbuh di luar pengawasan orang tua. Ada yang dititipkan ke saudara terdekat, ke taman bermain, bahkan ada juga yang dititipkan ke orang bukan siapa-siapa alias baby sitter. Fenomena semacam ini sudah menjadi makanan keseharian keluarga yang hidup di perkotaan. Mereka semacam lupa bahwa sang anak menginginkan kasih sayang dan perhatian. Sementara orangtua mereka memikirkan bagaimana caranya untuk membiayai hidup dan masa depan sang anak kelak. Berfikir bahwa itu dapat menggantikan waktu kebersamaan mereka tentunya sangat salah. Karena seberapa banyak pun harta yang dimiliki, seorang anak akan tetap tumbuh kesepian sepanjang tak ada waktu yang diberikan orangtuanya kepadanya.
Lalu sang anak akan membuang dirinya, atau dengan kata lain melakukan pelarian dari dirinya yang biasanya menjadi sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang akan membuay semua orang melihat dan mendengar kisahkan.
Maka tak aneh bila sekarang muncul istilah cabe-cabean dan terong-terongan (penjelasan tentang ini silahkan di google). Karena menurutnya masuk ke dunia seperti itu akan menaikkan pamornya, membuat semua orang melihat bahwa dirinya ada di dunia ini.

Ketika semua sudah berjalan salah, sang orangtua kembali menghukumnya dengan makian dan cacian. Belum cukup dengan itu, terjadilah kekerasan dalam rumah tangga. Padahal jika ingin menilik lebih jauh, peran mereka di awal yang seharusnya mendidik si anak menjadi lebih baik, mereka buang hanya demi materi semata.

Pun masyarakat seperti tak mau ambil pusing dengan perkara itu, ikut memberi cibiran dan cemoohan yang menyakitkan hati. Maka hancurlah generasa penerus kita. Perasaan dan akhlak sudah habis, tidak ada yang tersisa. Dan tidak akan ada lagi yang memperjuangkan bangsa bila kejadian seperti ini terus berlanjut.

Perlu disadari, tumbuh kembang seseorang sangat dipengaruhi sekitar. Orangtua memiliki peran penting dalam membimbing dan mengajarkan sang anak tentang arti kehidupan. Dan tumbuh dalam masyarakat yang saling mendukung dan hangat akan membuat sang anak merasa lebih dihargai dan disayangi. Semua kembali pada kita.

0 comments:

Post a Comment

 
;